The Other Side of My Journey to Marriage

19 May 2010, 6 AM...
Aku duduk di dalam pesawat GA600 tujuan Manado didampingi My Luv Sista & MyBozMyHero, di belakangku ada bapak ibu calon mertuaku, dan kakak laki-laki calon suamiku. Menghembuskan napas lega karena (akhirnya) aku berada di pesawat yang akan membawaku pulang untuk menemui takdirku yang baru (sambil terus berdoa smoga nanti pesawatnya mendarat mulus di MDC). Senang pastinya (tak terhingga), deg-degan (teramat sangat),apalagi masih terbayang kejadian sebelum berada di dalam pesawat ini, hmmm...liku perjalanan takdirku rupanya...

3,5 Hours Before 6 AM...
Kaget...sangat! Baru kebangun padahal harus check in jam 3 am! Yup, jam 3 am karena aku harus nganterin spupuku bersama kedua anaknya-yang berusia 3 dan 2 tahun-check in di Terminal 1A. Sambil siap-siap, kamipun memesan taksi untuk mengantarkan kami ke bandara, waktupun terus berlalu & ga terasa udah jam 4 am padahal sepupuku harus check in saat itu juga coz pesawatnya brangkat jam 5 am. Taksi yang ditunggu tak pula menampakkan batang hidungnya (omaygat, aku mpe lupa taksi ga punya hidung!-saking paniknya-). Ternyata oh ternyata, taksi itu nyasar mencari kosanku sodara-sodara. Alhasil kita ke Terminal 1A jam 4.20 am & bisa ditebak kami TELAT!!! Sementara adikku langsung kusuruh ke Terminal 2F (di sana udah nunggu camerku, calon suamiku, & calon kakak iparku) aku masih nganterin sepupuku check in dengan keribetan yang amat sangat coz kedua kurcacinya (ops maap, maksudku kedua anaknya) ga bisa diam & merengek terus. Sepupuku telat check in & ga bisa lagi brangkat jam 5 am. Panik.com pastinya! Bingung, gugup, sakit perut dan sgala macem rasa aneh lainnya, gimana caranya biar spupuku tetap bisa brangkat? Secara tiketnya tiket promo yang hangus kalo ga jadi brangkat sesuai jamnya! Tapi, ternyata Allah masih menolong kami (Alhamdulillah) sehingga sepupuku bisa naik pesawat berikutnya, jam 6 am (itu artinya waktu brangkatnya bareng aku). Masalahnya spupuku tercinta ini, ga bisa & ga mau ditinggal untuk ngurus sendiri perubahan tiketnya ke jam brikutnya sedangkan jam yang kelihatan ma aku tuh jalan terus jarumnya. Pesawatku jam 6 am, itu artinya check in tutup jam 5.30 am, dan aku masih di Terminal 1A muter-muter ngurusin spupuku (dan dengan bego'nya aku pegang smua tiket mereka hingga mereka ga bisa check in & aku ga ngangkat telpon dari calon suamiku karna PANIK!). Oke, betapa panik telah membuat kemampuan berpikirku melorot hingga ke titik minus!

30 Minutes to 6 AM...
Dengan napas yang timbul tenggelam (rasanya saat itu aku butuh tabung gas 15kg, eh salah maksudku tabung oksigen untuk membantu pernapasanku) aku tiba juga di Terminal 2F dengan hati (yang disiap-siapkan) untuk diomeli smua orang. Dengan keadaan tergesa-gesa (tepatnya lari-lari), kamipun menuju check in counter Garuda Indonesia (tercinta) & yup check in sudah ditutup!!! Saatnya seluruh tenaga kukerahkan (maksudnya pasang tampang memelas-sedikit-menangis&terlihat-sangat-menderita-hingga-kalo-ga-dibantu-aku-bisa-sekarat-saat-itu-juga) & karena menggunakan ID tiket juga, akhirnya aku pun dibantuin & berhubung bagasi kami ada 12 koli sodara skalian maka kami dikasih counter khusus yang kebetulan blum kepake untuk kami check in. Alhamdulillah, boarding pass sudah ditangan jam 5.45 am, saatnya sprint lagi menuju boarding gate & mari kita berlari...(omaygat, first impression yang sangat ga banget untuk calon mertuaku, ampuuunnn).

5 Minutes to 6 AM...
"Panggilan terakhir...panggilan terakhir untuk Bapak ...(My Boz y Hero) agar segera naik ke pesawat Garuda Indonesia GA600 tujuan Manado" wow nama masku dipanggil-panggil ternyata (mendadak ngetop dia! -stop it Elly, smua salahmu!) kami pun mengangkat tangan ke petugasnya "Iya pak, kami, tungguin pak, bentaaarrr..." Saudara-saudaraku skalian yang diRahmati Allah...di depan screening gate Angkasa Pura, aku baru menyadari (ketika aku membagikan boarding pass ke masing-masing peserta (maksudku calon keluarga baruku & adikku), ternyataaaaa...AKU GA PUNYA BOARDING PASS :) yang diberikan ke aku sama petugas check in (yang dengan paniknya tak sempet ku cek) adalah milik orang lain! Tak sanggup lagi diriku bereaksi, rasanya seperti tak nyata...hingga akhirnya..."Ya Allah!!!" hanya itu yang keluar dari mulutku. Secepat kilat aku berbalik dan berlari (hingga rasanya lariku bisa ngalahin kecepatan cahaya) kembali ke check in counter menukar boarding pass-ku, berlari kembali menuju boarding gate hingga menyela antrian di screening gate (thanks a lot to bapak yang baik hati yang ngijinin aku nyela antrian) dan berlari terus hingga ke landasan pacu di mana GA600 siap take off & bisa ditebak, aku orang terakhir yang naik pesawat dengan keadaan separuh nyawa...whoaaaaaaaaaaaaa :'((. Masuk ke dalam cabin dengan tampang maafkan-aku-teramat-sangat-wahai-semua-penumpang-karna-aku-baru-saja-mengalami-keadaan-sekarat-dalam-hidupku, aku pun langsung mencari tempat duduk aku, di sana udah duduk camerku, calon kakak iparku, adekku, dan my luvly...Alhamdulillah 999x

19 May 2010, 6 AM...
Oh tak kusangka ta kuduga, ternyata semua peristiwa sekarat tadi hanya berlangsung 5 menit! Yes 5 minutes only! (buat para bule yang baca blog ini -mang ada ya?GR Elly kambuh!) karna Garuda Indonesia tercinta tetap take off tepat waktu 6 pm! And Manado...here we come...Bismillah...

Setelah semua kekacauan yang kutimbulkan, tak henti-hentinya aku minta maaf (mohon ampun tepatnya) kepada semua calon keluarga baruku. Kata camerku "Mba Elly terlalu baik, mau nolong sodara hingga ngorbanin kepentingannya sendiri" Heh? Menurut kalian wahai pembaca, haruskah aku tersanjung? Ato malah sebaliknya? Ampuuuuunnn...(maafkan aku ya, aku tau kalian smua sayang aku kok :D).

Alhamdulillah kami smua tiba di Manado dengan keadaan sehat wal afiat (Alhamdulillah lagi, aku dah ga butuh bantuan tabung oksigen, pfuuuhhh), di Sam Ratulangi airport mobil yang menjemput kami sudah menanti dan kami pun segera meluncur ke Kotamobagu, tak sabar pengen ketemu dengan Papa & Mamaku tercinta, dan juga melihat bagaimana takdir akan membawaku...Bismillah...


~ Segala yang terjadi dalam hidupku ini
Adalah sebuah misteri Ilahi
Perihnya cobaan hanya ujian kehidupan ~
Misteri Ilahi by Ari Lasso